HOLLYWOOD

Just another WordPress.com weblog

Chow Yun Fat (and John Woo) in double gun perfection – Hard Boiled!

hard_boiled_dvd_front_353Sambil nunggu Chow Yun Fat tampil di film live action Dragon Ball, mari kita ulas salah satu film terbaiknya, at least bagi saya :-) . Jauh sebelum sekarang lazim dilihat dalam berbagai film action Hollywood, dari Matrix sampai Punisher: War Zone, two guns action mulai dipopulerkan oleh John Woo dan Chow Yun Fat, aktor favoritnya, di era tahun 80an terutama lewat rangkaian film A Better Tomorrow (di Indonesia diberi judul Gangland Boss).

Bagi banyak orang film action terbaik John Woo di era Hong Kongnya adalah The Killer (1989 dengan Chow Yun Fat dan Sally Yeh), tapi bagi saya film terbaiknya di Hong Kong adalah Hard Boiled (1992). Ini merupakan kolaborasi terakhir John Woo dan  Chow Yun Fat saat itu (pra Hollywood), sehingga mereka berdua all-out dalam adegan-adegan action film ini. Duet mereka ini mengingatkan akan duet Akira Kurosawa dan Toshiro Mifune, yang saling mendukung satu sama lain, untunglah perpisahan mereka diakhiri dengan suatu hit yang lumayan sukses dan di banyak pecinta fil action Hong Kong menempati posisi khusus. Film ini juga didukung oleh Tony Leung yang mampu menyaingi Chow Yun Fat dengan gayanya yang kalem (yang kini seperti menjadi “trade mark”nya dalam Red Cliff, 2046, dan In The Mood for Love).

Dalam film ini, Chow Yun Fat berperan sebagai seorang polisi bernama Tequila, seorang Dirty Harry ala Hong Kong, jago tembak dan selalu membuat pusing atasannya. Tony Leung berperan sebagai seorang polisi dalam penyamaran (dengan atasan yang sama), yang ditampilkan benci membunuh tetapi harus sering membunuh sebagai anggota Triad (mafia Hong Kong) yang terlibat persaingan dalam menjual senjata api. Karakter Tony membuat origami bangau setiap kali ia membunuh seseorang sebagai tanda penyesalannya.

Film ini full packed with action, bahkan sejak lima menit pertama, kita sudah disuguhi dengan adegan tembak-menembak yang dibuat sangat piawai di rumah minum teh. Sisi dramanya jadi sedikit kurang terpoles atau menjadi rada kurang menonjol karena padat dan sempurnanya actionnya, tetapi John Woo berhasil memasukkan beberapa sentuhan menarik.

Misalnya saat Tony Leung dipaksa tokoh Antagonis utama untuk menghabisi Boss nya dan semua anak buahnya, dramanya lumayan terbangun baik dan ini merupakan highlight bagi Tony Leung, saat menembak dengan mata berkaca-kaca. Sentuhan lain yang manis adalah bahwa jago tembak utama (bermata satu) sang tokoh Antagonis nya adalah seorang bandit yang kejam, metodologis, cool, tapi gentleman, saat adegan duel klimaks dengan pistol bersama Chow Yun Fat, mereka berdua meletakkan senjata dan melakukan “gencatan senjata” agar pasien-pasien yang terjebak dalam pertarungan mereka bisa mengungsi (action klimaks berlokasi di sebuah rumah sakit). Ia juga menolak untuk menembaki pasien saat diperintahkan oleh Bossnya (yang berakibat fatal bagi dirinya sendiri).

Bagi yang capek melihat action film Hollywood yang begitu-begitu saja, cobalah bernostalgia kembali dengan film ini, dan saya yakin Anda tetap akan puas, seperti kembali ke kampung halaman dan mencicipi kembali makanan kedai favorit Anda ;-)

Oh yah, Hard Boiled di Indonesia dulu dipasarkan dengan judul Master Gunman.

Advertisements

May 31, 2009 - Posted by | INCREDIBLE |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: