HOLLYWOOD

Just another WordPress.com weblog

Good crafted film, but by far not the best spy film

200px-body_of_lies_posterBody of Lies (BoL) merupakan film spy (tentang CIA) yang dibuat dengan expertise Ridley Scott yang tinggi dalam menampilkan film yang enak ditonton, dengan materi dari Novel karangan David Ignatius yang lumayan kompleks. Tapi sayang film ini belum masuk dalam daftar film spy terbaik pribadi saya; oh yah, film spy terbaik bagi saya masih Three Days of The Condor (1975, Sutradara Sydney Pollack, pemeran utama Robert Redford), dari sisi twist cerita dan thrill-nya saat kita menonton.

Spoilers alert!! Jangan baca paragraf berikut bila Anda tidak ingin filmnya menjadi spoiled bagi Anda :-)

Kembali ke BoL, secara keseluruhan cerita yang ditampilkan menarik, bahkan romantisme antara Roger Ferris (Leonardo de Caprio), sang agen CIA dengan Aisha (Golshifteh Farahani) dibuat tidak “murahan” oleh Ridley Scott. Sayang beberapa klimaks dalam film dibuat begitu simplistik. Beberapa twist dalam film sudah bisa ditebak, bahwa Aisha akan menjadi “umpan” bagi Ferris, bahwa kita menebak Ferris pasti akan diselamatkan in the nick of time, dan kemungkinan besar penyelamatnya adalah Hani (Mark Strong), sang kepala Intelijen Yordania. How come every other non-american die easily one after another, but the sole CIA Agent survive all these?

Lalu peristiwa penangkapan tokoh antagonis utamanya begitu sederhana, apakah sedemikian mudah mereka bisa menangkap sang tokoh?  Ini lumayan mengganggu, at least American cinema could give their country’s enemy the respect and credits of being not easy to be caught in the real life.

Spoiler alert ends.

Terakhir yang saya sayangkan adalah peranan Russel Crowe sebagai Ed Hoffman dalam film ini terasa kurang tergali, he was just being an a-hole, selfish egomaniac, but then what? Tidak ada peranan significant yang mengubah sesuatu dalam plot cerita sehingga dia bahkan bisa ditampilkan sebagai tokoh yang ada dalam cerita tapi tak perlu ditampilkan di layar. It was such a waste of Crowe’s talent.

Film ini adalah film yang enak ditonton sebagai hiburan, jalur ceritanya lumayan linear dan fokus pada seseorang,  tidak serumit dan berlapis-lapis seperti Syriana (2005, film CIA juga dengan George Clooney dan Matt Damon). Tapi jangan mengharapkan terlalu banyak. Just sit and enjoy it as an ordinary spy movie.

Advertisements

May 31, 2009 - Posted by | RATINGS

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: